{"id":1475,"date":"2026-07-03T18:19:01","date_gmt":"2026-07-03T11:19:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/?p=1475"},"modified":"2026-07-03T19:03:02","modified_gmt":"2026-07-03T12:03:02","slug":"empat-bulan-mahad-santri-bawa-nilai-kesantrian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/?p=1475","title":{"rendered":"Empat Bulan Ma\u2019had, Santri Bawa Nilai Kesantrian"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Semarang, 3 Juli 2026<\/strong> \u2014 Pagi di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang menjadi momen penting bagi ribuan santri mahasiswa. Pada Jumat, 3 Juli 2026, pukul 07.00\u201311.00 WIB, Ma\u2019had Al-Jamiah UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan <strong>\u1e24aflah \u0100khir al-Duf\u2018ah Gelombang 3<\/strong> sebagai penutup masa pembinaan santri mahasiswa selama empat bulan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini diikuti oleh 1.278 wisudawan santri, terdiri atas 1.265 santri putri dan 13 santri putra, serta didampingi oleh<strong> <\/strong>61 musyrif dan musyrifah. Lebih dari sekadar seremoni penutupan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi tentang proses pembentukan karakter, penguatan akhlak, dan penanaman nilai kesantrian bagi mahasiswa UIN Walisongo Semarang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ma\u2019had sebagai Ruang Pembentukan Karakter<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang, Dr. Umul Baroroh, dalam sambutannya menegaskan bahwa kewajiban mahasiswa mengikuti program Ma\u2019had memiliki tujuan strategis. Ma\u2019had Al-Jamiah tidak hanya hadir sebagai tempat pembinaan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pendidikan karakter yang mendampingi mahasiswa pada masa awal kehidupan kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, terdapat tiga karakter utama yang ingin dibentuk melalui program Ma\u2019had, yaitu karakter santri, karakter cinta tanah air, dan karakter cinta almamater. Ketiga karakter ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral, spiritual, dan sosial yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMelalui Ma\u2019had, UIN Walisongo Semarang ingin memastikan lulusannya memiliki fondasi keislaman yang kuat sekaligus loyalitas pada bangsa dan kampus,\u201d ujar Dr. Umul Baroroh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cakap secara intelektual. Mahasiswa juga perlu dibekali dengan adab, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran berkontribusi bagi masyarakat. Dalam konteks ini, Ma\u2019had menjadi bagian penting dari proses pembentukan mahasiswa yang utuh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Empat Bulan yang Menguji Niat dan Kesungguhan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tausiyah utama disampaikan oleh Abah Maghfurin dengan tema \u201c4 Bulan di Ma\u2019had\u201d. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para santri mahasiswa untuk memaknai kembali waktu yang telah mereka jalani selama mengikuti pembinaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Abah Maghfurin, empat bulan dapat terasa singkat apabila seseorang memiliki niat yang kuat dan target yang jelas. Bagi santri yang menata tujuan sejak awal, seperti memperbaiki bacaan Al-Qur\u2019an, menambah hafalan, membangun kedisiplinan ibadah, dan memperbaiki akhlak, waktu empat bulan menjadi proses yang bernilai. Namun, waktu yang sama dapat terasa panjang apabila dijalani tanpa kesungguhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga menekankan pentingnya niat dalam menuntut ilmu. Mengutip ajaran dalam <em>Ta\u2019lim Muta\u2019alim<\/em>, Abah Maghfurin mengingatkan bahwa ilmu sebaiknya tidak dicari semata-mata untuk kepentingan dunia, tetapi juga sebagai bekal akhirat. Ilmu yang benar perlu disertai dengan akhlak agar memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesan lain yang ditekankan adalah pentingnya memuliakan ilmu dan guru. Dalam kehidupan Ma\u2019had, musyrif dan musyrifah memiliki peran sebagai pendamping sekaligus pembimbing keseharian santri. Mereka tidak hanya membantu kelancaran aktivitas, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan adab dan kedisiplinan santri mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abah Maghfurin menegaskan bahwa santri bukan sekadar status formal. Santri adalah sikap hidup yang tercermin dalam cara menghormati ilmu, menjaga perilaku, menghargai guru, dan bersabar dalam proses belajar. \u201cSantri itu bukan status atau formalitas, tetapi sikap kesantrian yang harus kita miliki,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Nilai Kesantrian Setelah \u1e24aflah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u1e24aflah \u0100khir al-Duf\u2018ah Gelombang 3 menjadi momentum penting bagi para santri mahasiswa untuk membawa pengalaman Ma\u2019had ke kehidupan kampus dan masyarakat. Setelah empat bulan pembinaan, nilai yang diperoleh di Ma\u2019had diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus terlihat dalam sikap, kebiasaan, dan tanggung jawab sosial mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abah Maghfurin juga mengingatkan bahwa salah satu syarat memperoleh ilmu adalah Ishthibar, yaitu kesabaran dalam menjalani proses dengan apa adanya. Pesan ini relevan bagi mahasiswa yang sedang memasuki perjalanan panjang pendidikan tinggi. Keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berpikir, tetapi juga oleh kesabaran, ketekunan, dan adab dalam mencari ilmu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen UIN Walisongo Semarang dalam memperkuat kehidupan beragama mahasiswa melalui Ma\u2019had Al-Jamiah. Meskipun pengembangan sarana dan prasarana masih terus diupayakan, Ma\u2019had tetap menjadi ruang pembinaan yang penting untuk menanamkan nilai keislaman, cinta tanah air, dan kecintaan kepada almamater.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menutup tausiyahnya, Abah Maghfurin menyampaikan pesan yang menjadi inti kegiatan: <strong>\u201cSantri adalah selamanya santri, tidak ada mantan santri.\u201d<\/strong> Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa pembinaan di Ma\u2019had boleh selesai, tetapi nilai kesantrian harus terus hidup dalam diri mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang, 3 Juli 2026 \u2014 Pagi di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang menjadi momen penting bagi ribuan santri mahasiswa. Pada Jumat, 3 Juli 2026, pukul 07.00\u201311.00 WIB, Ma\u2019had Al-Jamiah UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan \u1e24aflah \u0100khir al-Duf\u2018ah Gelombang 3 sebagai penutup&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1476,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-1475","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1475"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1475\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1478,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1475\/revisions\/1478"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}