{"id":1574,"date":"2026-07-25T10:00:33","date_gmt":"2026-07-25T03:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/?p=1574"},"modified":"2026-07-25T10:13:47","modified_gmt":"2026-07-25T03:13:47","slug":"menapaki-cahaya-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/?p=1574","title":{"rendered":"Menapaki Cahaya Al-Qur\u2019an"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\">Pembelajaran BTQ Terstruktur dari Level D hingga Level A<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah UIN Walisongo Semarang<\/strong><br><em>Building Character \u2022 Fostering a Global Vision \u2022 Grounded in Islamic Values<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ChatGPT-Image-Jul-25-2026-09_47_09-AM-1-1.png\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"703\" src=\"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ChatGPT-Image-Jul-25-2026-09_47_09-AM-1-1-1024x703.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1576\" srcset=\"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ChatGPT-Image-Jul-25-2026-09_47_09-AM-1-1-1024x703.png 1024w, https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ChatGPT-Image-Jul-25-2026-09_47_09-AM-1-1-300x206.png 300w, https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ChatGPT-Image-Jul-25-2026-09_47_09-AM-1-1-768x527.png 768w, https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ChatGPT-Image-Jul-25-2026-09_47_09-AM-1-1.png 1513w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>Dokumen rancangan program baca tulis al-Qur&#8217;an Ma&#8217;had al-Jami&#8217;ah UIN Walisongo Semarang: <a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/186bsbSRZPABBrs1hD4FksZAcpigSuNs5\/view?usp=drive_link\">Unduh<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pengantar<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Al-Qur\u2019an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga dipelajari, dipahami, dan dijadikan pedoman dalam membentuk karakter kehidupan. Kemampuan membaca Al-Qur\u2019an dengan baik merupakan fondasi penting bagi setiap muslim untuk mendalami ajaran Islam secara lebih utuh. Oleh karena itu, pembelajaran Baca Tulis Al-Qur\u2019an atau BTQ perlu dilaksanakan secara sistematis, bertahap, dan sesuai dengan kemampuan peserta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi BTQ ini disusun dalam <strong>20 pertemuan<\/strong>, dimulai dari <strong>Level D hingga Level A<\/strong>. Pembelajaran diawali dengan pengenalan huruf hijaiyah dan tanda baca, kemudian berkembang secara gradual menuju pemahaman makhraj, sifat huruf, hukum tajwid, bacaan gharib, kelancaran membaca, serta hafalan surah-surah pilihan dalam Juz Amma.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap level dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang terarah. Peserta tidak hanya diarahkan agar mampu membaca Al-Qur\u2019an, tetapi juga dilatih untuk memperhatikan ketepatan makhraj, panjang-pendek bacaan, dengung, pantulan huruf, ketepatan berhenti, dan keindahan membaca secara tartil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini menjadi bagian dari komitmen Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah UIN Walisongo Semarang dalam membangun generasi yang memiliki karakter Qur\u2019ani, berwawasan luas, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai Islam.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari Huruf Hijaiyah Menuju Bacaan Tartil<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah Hadirkan Materi BTQ dalam 20 Pertemuan Berjenjang<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Semarang \u2014<\/strong> Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah UIN Walisongo Semarang menghadirkan program pembelajaran Baca Tulis Al-Qur\u2019an yang disusun secara terstruktur dalam 20 pertemuan. Materi pembelajaran dikembangkan melalui empat tingkatan, yaitu Level D, Level C, Level B, dan Level A, sehingga peserta dapat belajar sesuai dengan kemampuan awal serta perkembangan bacaannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peserta yang memiliki latar belakang kemampuan membaca Al-Qur\u2019an yang beragam. Sebagian peserta mungkin telah mampu membaca ayat-ayat Al-Qur\u2019an, tetapi masih membutuhkan penguatan dalam aspek makhraj dan tajwid. Sementara itu, peserta lainnya membutuhkan pendampingan sejak tahap pengenalan huruf hijaiyah dan tanda baca dasar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada <strong>Level D<\/strong>, peserta akan mendapatkan fondasi utama dalam pembelajaran Al-Qur\u2019an. Materi mencakup pengenalan huruf hijaiyah, bentuk huruf tunggal dan bersambung, harakat fathah, kasrah, dammah, tanwin, sukun, serta tasydid. Peserta juga mulai dikenalkan dengan makhraj dan sifat dasar huruf agar tidak hanya mengenali bentuk huruf, tetapi mampu melafalkannya dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelajaran kemudian dilanjutkan pada <strong>Level C<\/strong> yang berfokus pada tajwid dasar. Peserta mempelajari hukum nun mati dan tanwin yang terdiri atas izhar, idgham, iqlab, dan ikhfa. Selain itu, peserta mendalami hukum mim mati, bacaan ghunnah, qalqalah, serta perbedaan alif lam qamariyah dan alif lam syamsiyah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada <strong>Level B<\/strong>, peserta diarahkan untuk menyempurnakan kualitas bacaan. Materi pada tahap ini meliputi hukum bacaan ra\u2019, lam jalalah, hamzah wasal, berbagai hukum mad, serta tanda-tanda waqaf dan ibtida\u2019. Pemahaman mengenai waqaf dan ibtida\u2019 sangat penting karena kesalahan dalam berhenti atau memulai bacaan dapat memengaruhi kesempurnaan makna ayat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun <strong>Level A<\/strong> menjadi tahapan penguatan dan penyempurnaan bacaan. Peserta akan mempelajari sifat-sifat huruf secara lebih mendalam, bacaan gharib dalam Al-Qur\u2019an, cara mengenali kesalahan bacaan, pengaturan napas, dan pembiasaan membaca secara tartil. Pada tahap ini, peserta diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh materi yang telah dipelajari ketika membaca ayat atau surah secara utuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain kemampuan membaca, program BTQ ini juga dilengkapi dengan target hafalan Juz Amma. Hafalan disusun secara bertahap, dimulai dari surah-surah pendek seperti An-Nas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas, kemudian dilanjutkan menuju surah yang lebih panjang seperti Az-Zalzalah, Al-Bayyinah, Al-\u2018Alaq, dan At-Tin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses pembelajaran dilaksanakan menggunakan metode talaqqi, musyafahah, latihan berulang, membaca bersama, praktik individual, serta simak-koreksi. Melalui metode tersebut, peserta dapat mendengarkan contoh bacaan secara langsung, memperhatikan gerakan bibir dan posisi makhraj, kemudian mempraktikkannya dengan pendampingan pengajar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelajaran BTQ tidak hanya berorientasi pada penyelesaian materi. Setiap peserta akan mendapatkan evaluasi berkala yang mencakup kelancaran membaca, ketepatan makhraj, penerapan tajwid, kemampuan hafalan, serta adab terhadap Al-Qur\u2019an. Evaluasi ini digunakan untuk mengetahui perkembangan peserta sekaligus menentukan tindak lanjut pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui materi yang bertahap dan terstruktur, Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah UIN Walisongo Semarang berharap pembelajaran BTQ dapat menjadi ruang yang menyenangkan untuk mendekatkan mahasiswa kepada Al-Qur\u2019an. Kemampuan membaca Al-Qur\u2019an yang baik diharapkan tumbuh bersama kecintaan untuk mempelajari, mengamalkan, dan menjaga nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini sejalan dengan semangat Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah UIN Walisongo Semarang dalam <strong>membangun karakter, menumbuhkan wawasan global, dan menguatkan kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Islam<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Cakupan Utama Materi<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengenalan huruf hijaiyah dan tanda baca.<\/li>\n\n\n\n<li>Bentuk huruf tunggal dan bersambung.<\/li>\n\n\n\n<li>Makhraj dan sifat-sifat huruf.<\/li>\n\n\n\n<li>Hukum nun mati, tanwin, dan mim mati.<\/li>\n\n\n\n<li>Ghunnah, qalqalah, al-qamariyah, dan al-syamsiyah.<\/li>\n\n\n\n<li>Hukum bacaan ra\u2019 dan lam jalalah.<\/li>\n\n\n\n<li>Hukum mad dan tanda-tanda waqaf.<\/li>\n\n\n\n<li>Bacaan gharib dalam Al-Qur\u2019an.<\/li>\n\n\n\n<li>Tahsin, tartil, dan pengaturan napas.<\/li>\n\n\n\n<li>Target hafalan surah-surah Juz Amma.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">Mari menapaki perjalanan belajar Al-Qur\u2019an dari langkah yang paling dasar menuju bacaan yang semakin baik dan tartil. Setiap huruf yang dipelajari, setiap ayat yang dibaca, dan setiap surah yang dihafalkan merupakan bagian dari ikhtiar untuk membangun pribadi yang lebih dekat dengan Al-Qur\u2019an.<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembelajaran BTQ Terstruktur dari Level D hingga Level A Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah UIN Walisongo SemarangBuilding Character \u2022 Fostering a Global Vision \u2022 Grounded in Islamic Values Dokumen rancangan program baca tulis al-Qur&#8217;an Ma&#8217;had al-Jami&#8217;ah UIN Walisongo Semarang: Unduh Pengantar Al-Qur\u2019an bukan hanya untuk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1577,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30,34,1],"tags":[],"class_list":["post-1574","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dokumen","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1574","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1574"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1574\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1582,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1574\/revisions\/1582"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1577"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}