{"id":1615,"date":"2026-07-25T22:10:27","date_gmt":"2026-07-25T15:10:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/?p=1615"},"modified":"2026-07-25T22:10:50","modified_gmt":"2026-07-25T15:10:50","slug":"logika-etika-dan-estetika-dalam-filsafat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/?p=1615","title":{"rendered":"Logika, Etika, dan Estetika dalam Filsafat"},"content":{"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tiga Dimensi Penting dalam Kehidupan Manusia<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Filsafat tidak hanya membahas hakikat realitas dan cara memperoleh pengetahuan. Filsafat juga membantu manusia untuk berpikir secara benar, bertindak secara baik, serta memahami dan menciptakan keindahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiga cabang yang memiliki peran penting dalam hal tersebut adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Logika \u2014 benar dalam berpikir<\/strong><br><strong>Etika \u2014 baik dalam bertindak<\/strong><br><strong>Estetika \u2014 indah dalam berkarya<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiganya saling melengkapi dalam membentuk manusia yang cerdas, bertanggung jawab, dan memiliki kepekaan terhadap nilai kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Peta Posisi dalam Filsafat<\/h4>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>FILSAFAT\n\u2502\n\u251c\u2500\u2500 Ontologi\n\u2502   \u2514\u2500\u2500 Membahas hakikat dan realitas\n\u2502\n\u251c\u2500\u2500 Epistemologi\n\u2502   \u2514\u2500\u2500 Membahas sumber dan kebenaran pengetahuan\n\u2502\n\u251c\u2500\u2500 Logika\n\u2502   \u2514\u2500\u2500 Membahas cara berpikir yang benar\n\u2502\n\u2514\u2500\u2500 Aksiologi\n    \u2502\n    \u251c\u2500\u2500 Etika\n    \u2502   \u2514\u2500\u2500 Membahas nilai baik dan buruk\n    \u2502\n    \u2514\u2500\u2500 Estetika\n        \u2514\u2500\u2500 Membahas nilai keindahan\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam struktur tersebut, <strong>logika<\/strong> dapat dipahami sebagai cabang filsafat sekaligus alat untuk menilai ketepatan berpikir. Sementara itu, <strong>etika dan estetika<\/strong> berada dalam wilayah <strong>aksiologi<\/strong>, yaitu kajian filsafat tentang nilai.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Logika<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berpikir Secara Benar dan Teratur<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logika adalah cabang filsafat yang membahas prinsip dan aturan berpikir yang benar. Logika membantu manusia menyusun alasan, menilai argumen, serta menghindari kesalahan dalam mengambil kesimpulan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan Utama<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apakah alasan yang digunakan masuk akal?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah kesimpulan sesuai dengan fakta?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah argumen disusun secara benar?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah terdapat kesalahan berpikir?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Contoh<\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua manusia akan meninggal.<br>Hasan adalah manusia.<br>Maka, Hasan akan meninggal.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesimpulan tersebut logis karena mengikuti premis sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua burung memiliki sayap.<br>Pesawat memiliki sayap.<br>Maka, pesawat adalah burung.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesimpulan tersebut tidak tepat. Kesamaan satu ciri tidak berarti dua hal memiliki hakikat yang sama.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Logika<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logika membantu manusia untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>berpikir secara sistematis;<\/li>\n\n\n\n<li>menyusun argumen yang kuat;<\/li>\n\n\n\n<li>membedakan fakta dan opini;<\/li>\n\n\n\n<li>menghindari kesalahan penalaran;<\/li>\n\n\n\n<li>mengambil keputusan secara rasional.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Inti logika: Apakah cara berpikirnya benar?<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Etika<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Menentukan Baik dan Buruknya Tindakan<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Etika adalah cabang filsafat yang membahas nilai moral, seperti baik, buruk, benar, salah, adil, dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Etika tidak hanya menjelaskan kebiasaan manusia, tetapi juga mempertanyakan dasar mengapa suatu tindakan dianggap baik atau buruk.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan Utama<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apa yang membuat tindakan disebut baik?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah berbohong selalu salah?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah tujuan yang baik membenarkan segala cara?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa tanggung jawab manusia terhadap orang lain?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana manusia seharusnya bertindak?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Contoh<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seseorang menemukan dompet berisi uang di jalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia dapat saja mengambil uang tersebut. Namun, etika mengajaknya untuk berpikir:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apakah mengambil milik orang lain dapat dibenarkan?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana perasaan pemilik dompet?<\/li>\n\n\n\n<li>Tindakan apa yang mencerminkan kejujuran?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa akibat dari keputusan tersebut?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Etika membantu manusia tidak hanya bertanya:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cApakah saya bisa melakukannya?\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapi juga:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cApakah saya seharusnya melakukannya?\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ruang Lingkup Etika<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Etika normatif<\/strong> membahas tindakan yang seharusnya dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Metaetika<\/strong> membahas makna konsep seperti baik, buruk, benar, dan kewajiban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Etika terapan<\/strong> membahas persoalan praktis, seperti etika pendidikan, bisnis, lingkungan, penelitian, dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Inti etika: Apakah tindakannya baik dan bertanggung jawab?<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Estetika<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Memahami Keindahan dan Seni<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Estetika adalah cabang filsafat yang membahas keindahan, seni, kreativitas, ekspresi, dan pengalaman manusia terhadap sesuatu yang dianggap indah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Estetika tidak hanya membahas sesuatu yang menarik secara visual, tetapi juga mempertanyakan bagaimana manusia menilai dan mengalami keindahan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan Utama<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apa yang membuat sesuatu disebut indah?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah keindahan bersifat objektif atau subjektif?<\/li>\n\n\n\n<li>Mengapa sebuah karya seni memiliki makna?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah karya seni harus selalu indah?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana budaya memengaruhi penilaian keindahan?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Contoh<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua orang melihat sebuah lukisan yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang pertama menganggap lukisan tersebut indah karena memiliki warna yang harmonis. Orang kedua menganggapnya kurang menarik karena bentuknya terlalu abstrak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Estetika kemudian mempertanyakan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apakah keindahan berasal dari objek?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah keindahan bergantung pada penikmatnya?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah pengalaman dan budaya memengaruhi penilaian?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Estetika<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Estetika membantu manusia untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>memahami karya seni;<\/li>\n\n\n\n<li>menghargai kreativitas;<\/li>\n\n\n\n<li>menilai keindahan secara kritis;<\/li>\n\n\n\n<li>memahami hubungan seni dan budaya;<\/li>\n\n\n\n<li>menciptakan sesuatu yang menarik dan bermakna.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Inti estetika: Apakah sesuatu memiliki nilai keindahan dan makna?<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Perbandingan Ketiganya<\/h4>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Cabang<\/th><th>Fokus<\/th><th>Pertanyaan Utama<\/th><th>Nilai<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Logika<\/td><td>Cara berpikir<\/td><td>Apakah pemikirannya benar?<\/td><td>Benar atau keliru<\/td><\/tr><tr><td>Etika<\/td><td>Tindakan manusia<\/td><td>Apakah tindakannya baik?<\/td><td>Baik atau buruk<\/td><\/tr><tr><td>Estetika<\/td><td>Keindahan dan seni<\/td><td>Apakah sesuatu bernilai indah?<\/td><td>Indah atau tidak indah<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Relevansi Logika, Etika, dan Estetika<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga cabang tersebut memiliki hubungan yang sangat erat. Manusia tidak cukup hanya memiliki kecerdasan. Kecerdasan juga harus digunakan secara bertanggung jawab dan disampaikan dengan cara yang baik serta menarik.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Logika Mengatur Pikiran<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logika memastikan bahwa gagasan dan kesimpulan disusun secara masuk akal.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Etika Mengarahkan Tindakan<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Etika memastikan bahwa pengetahuan dan kemampuan digunakan untuk tujuan yang baik.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Estetika Memperhalus Rasa<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Estetika membantu manusia menciptakan sesuatu yang indah, harmonis, dan bermakna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rumus sederhananya:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Logika mengajarkan cara berpikir.<\/strong><br><strong>Etika mengajarkan cara bertindak.<\/strong><br><strong>Estetika mengajarkan cara merasakan dan menciptakan keindahan.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hubungan Antarketiganya<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Logika dan Etika<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Etika membutuhkan logika agar keputusan moral tidak hanya didasarkan pada perasaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, seseorang mengatakan:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSemua yang menguntungkan saya pasti baik.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan tersebut perlu diuji secara logis dan etis. Sesuatu yang menguntungkan satu orang belum tentu baik apabila merugikan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logika menilai alasannya, sedangkan etika menilai tindakannya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Logika dan Estetika<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Estetika juga memerlukan keteraturan dan keseimbangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam arsitektur, misalnya, sebuah bangunan tidak hanya harus indah, tetapi juga memiliki struktur yang kuat, ukuran yang tepat, dan fungsi yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logika memberikan keteraturan, sementara estetika memberikan keindahan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Etika dan Estetika<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesuatu yang indah belum tentu baik secara moral.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah iklan dapat dirancang sangat menarik, tetapi isi iklan tersebut mungkin menipu konsumen. Sebaliknya, sebuah karya yang sederhana dapat memiliki pesan moral yang sangat kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, estetika harus berjalan bersama etika agar keindahan tidak digunakan untuk menyesatkan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ilustrasi Kehidupan Sehari-hari<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan seseorang membuat konten pendidikan di media sosial.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari Sisi Logika<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apakah informasinya benar?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah kesimpulan sesuai dengan fakta?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah argumennya tidak menyesatkan?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari Sisi Etika<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apakah informasi disampaikan secara jujur?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah konten menghormati privasi?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah ada pihak yang dirugikan?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari Sisi Estetika<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apakah desainnya menarik?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah tulisan mudah dibaca?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah gambar sesuai dengan isi?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konten yang baik tidak hanya menarik, tetapi juga benar dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Logis dalam isi, etis dalam tujuan, dan estetis dalam penyajian.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hubungan dengan Dasar-Dasar Filsafat<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logika, etika, dan estetika dapat dihubungkan dengan ontologi, epistemologi, dan aksiologi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Cabang<\/th><th>Pertanyaan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Ontologi<\/td><td>Apa yang dikaji?<\/td><\/tr><tr><td>Epistemologi<\/td><td>Bagaimana pengetahuan diperoleh?<\/td><\/tr><tr><td>Logika<\/td><td>Apakah cara berpikirnya tepat?<\/td><\/tr><tr><td>Etika<\/td><td>Apakah penggunaannya baik?<\/td><\/tr><tr><td>Estetika<\/td><td>Apakah penyajiannya indah dan bermakna?<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Etika dan estetika merupakan bagian dari aksiologi karena keduanya membahas nilai.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Etika membahas nilai kebaikan.<\/strong><br><strong>Estetika membahas nilai keindahan.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, logika berfungsi sebagai alat untuk menguji ketepatan pemikiran dalam seluruh cabang filsafat.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logika, etika, dan estetika memiliki posisi penting dalam filsafat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Logika<\/strong> membimbing manusia agar berpikir secara benar dan sistematis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Etika<\/strong> mengarahkan manusia agar bertindak secara baik dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Estetika<\/strong> membantu manusia memahami serta menciptakan keindahan yang bermakna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiganya harus berjalan bersama. Logika tanpa etika dapat menghasilkan kecerdasan yang merugikan. Etika tanpa logika dapat menghasilkan keputusan yang baik tetapi tidak matang. Estetika tanpa etika dapat menghasilkan sesuatu yang indah tetapi menyesatkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika ketiganya dipadukan, manusia dapat membangun kehidupan yang:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>benar dalam berpikir, baik dalam bertindak, dan indah dalam berkarya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tiga Dimensi Penting dalam Kehidupan Manusia Filsafat tidak hanya membahas hakikat realitas dan cara memperoleh pengetahuan. Filsafat juga membantu manusia untuk berpikir secara benar, bertindak secara baik, serta memahami dan menciptakan keindahan. Tiga cabang yang memiliki peran penting dalam hal tersebut adalah:&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1615","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1615"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1615\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1617,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1615\/revisions\/1617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}