{"id":1660,"date":"2026-08-06T14:58:23","date_gmt":"2026-08-06T07:58:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/?p=1660"},"modified":"2026-08-06T15:06:37","modified_gmt":"2026-08-06T08:06:37","slug":"benchmarking-mahad-uin-walisongo-di-jogja-penguatan-karakter-islami-dan-btq-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/?p=1660","title":{"rendered":"Benchmarking Mahad UIN Walisongo di Jogja: Penguatan Karakter Islami dan BTQ Mahasiswa"},"content":{"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahad Al Jamiah UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan benchmarking pendampingan karakter Islami mahasiswa pada Jumat, 24 Juli 2026. Agenda ini menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi pembinaan keislaman, penguatan karakter, serta peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur\u2019an (BTQ) di lingkungan Mahad perguruan tinggi Islam.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Peristiwa Utama dan Persoalan yang Dihadapi<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Benchmarking ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak dalam membangun sistem pembinaan mahasiswa yang terstruktur dan berkelanjutan. Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak mahasiswa baru yang belum memiliki kemampuan membaca dan menulis Al-Qur\u2019an secara memadai. Hal ini menuntut adanya program pendampingan sistematis yang mampu menjawab persoalan dasar keagamaan sekaligus memperkuat integritas mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, kebijakan Ma\u2019had di berbagai perguruan tinggi Islam menjadi bahan perbandingan. UIN Malang menerapkan sistem penuh, UIN Walisongo menggunakan sistem sebagian, sementara UIN Sunan Kalijaga tidak menerapkan Ma\u2019had secara formal. Perbedaan model ini menegaskan perlunya alternatif pembinaan agar tujuan penguatan karakter tetap tercapai.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Proses, Gagasan, dan Dampak Nyata<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program Pengembangan Kepribadian dan Tahsin Al-Qur\u2019an (PKTQ) yang telah berjalan sejak 2016 menjadi salah satu model unggulan. Dengan struktur melibatkan dosen pembina, mahasiswa pengelola, serta tim pelaksana, program ini dilaksanakan melalui placement test, pendampingan intensif, hingga post-test untuk mengukur perkembangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan PKTQ mencakup BTQ, workshop karakter dua kali per semester, serta workshop etika mahasiswa. Evaluasi dilakukan secara berkala, dan mahasiswa yang memenuhi standar memperoleh sertifikat resmi yang terintegrasi dalam sistem akademik. Pendampingan dilaksanakan setiap Sabtu dengan tiga shift, didukung perlengkapan logistik, seragam, dan honor bagi mahasiswa pendamping.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr. Ahmad Maghfurin, M.Ag., Pengasuh Mahad Al Jamiah UIN Walisongo Semarang, menegaskan: <em>\u201cPendampingan karakter Islami bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang berintegritas, berakhlak, dan mampu membaca Al-Qur\u2019an dengan baik. Model PKTQ dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam membangun sistem pembinaan yang terukur dan berkelanjutan.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pelajaran, Inspirasi, dan Arah Ke Depan<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan benchmarking ini memberikan pelajaran penting bahwa pembinaan mahasiswa tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemetaan kemampuan awal, pendampingan intensif, evaluasi, hingga sertifikasi harus menjadi satu kesatuan sistem. Dukungan kelembagaan, anggaran, dan fasilitas juga menjadi faktor penentu keberhasilan program.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengalaman Mahad UIN Walisongo menunjukkan bahwa penguatan karakter Islami dan BTQ dapat menjadi model strategis dalam membangun mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan moral. Ke depan, praktik baik ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai perguruan tinggi Islam, sehingga lahir generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai keislaman yang kokoh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Benchmarking pendampingan karakter Islami mahasiswa di Mahad UIN Walisongo Semarang menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat moderasi beragama dan kemampuan dasar keislaman. Dengan sistem yang terstruktur, dukungan kelembagaan, serta komitmen bersama, program ini tidak hanya menjawab persoalan mendasar mahasiswa, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya generasi berintegritas yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahad Al Jamiah UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan benchmarking pendampingan karakter Islami mahasiswa pada Jumat, 24 Juli 2026. Agenda ini menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi pembinaan keislaman, penguatan karakter, serta peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur\u2019an (BTQ) di lingkungan Mahad perguruan tinggi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1661,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-1660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1660"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1662,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1660\/revisions\/1662"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}