{"id":1864,"date":"2026-11-06T14:07:22","date_gmt":"2026-11-06T07:07:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/?p=1864"},"modified":"2026-11-06T14:07:23","modified_gmt":"2026-11-06T07:07:23","slug":"muhammad-dava-hanafi-raih-juara-ii-khitobah-milad-nafilah-ke-35-tegaskan-peran-santri-dalam-penguatan-bahasa-arab-dan-dakwah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/?p=1864","title":{"rendered":"Muhammad Dava Hanafi Raih Juara II Khitobah Milad Nafilah ke-35, Tegaskan Peran Santri dalam Penguatan Bahasa Arab dan Dakwah"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SEMARANG<\/strong> \u2013 Muhammad Dava Hanafi, mahasiswa sekaligus santri Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah UIN Walisongo Semarang, berhasil meraih Juara II cabang Khitobah dalam ajang Gelar Karya Milad Nafilah ke-35 yang diselenggarakan pada Oktober 2026. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Arab tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami teks keagamaan, tetapi juga mencakup keterampilan menyampaikan gagasan secara sistematis, argumentatif, dan komunikatif di hadapan publik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kompetisi Khitobah menjadi ruang aktualisasi kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan penguasaan bahasa Arab, pemahaman keislaman, serta keterampilan retorika dakwah. Keberhasilan Muhammad Dava Hanafi sekaligus memperlihatkan pentingnya pendidikan Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah dalam mengembangkan kompetensi akademik, keberanian intelektual, dan kecakapan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Khitobah sebagai Ruang Aktualisasi Kompetensi Bahasa Arab<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gelar Karya Milad Nafilah ke-35 menghadirkan berbagai kompetisi yang mengintegrasikan kemampuan kebahasaan, intelektual, dan keagamaan, meliputi Ghina, Qiroatu Syi&#8217;ir, Debat, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), dan Khitobah. Berdasarkan agenda penyelenggara, pendaftaran berlangsung pada 12\u201317 Oktober, technical meeting pada 18 Oktober, babak perlombaan pada 19\u201323 Oktober, dan pengumuman pemenang secara daring pada 25 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kompetisi Khitobah, peserta dituntut memiliki kemampuan yang melampaui ketepatan pelafalan bahasa Arab. Penyampaian pidato membutuhkan pemahaman terhadap substansi materi, kemampuan menyusun argumentasi, penggunaan bahasa yang efektif, serta kecakapan membangun komunikasi dengan audiens. Kompetensi tersebut menjadi penting karena bahasa Arab berfungsi sebagai bahasa keilmuan Islam sekaligus medium penyampaian pesan keagamaan dalam berbagai forum akademik dan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberhasilan Muhammad Dava Hanafi meraih posisi kedua memperlihatkan bahwa keterampilan berbahasa dapat dikembangkan melalui pengalaman kompetitif yang menuntut kesiapan intelektual dan mental. Ajang tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan berbicara dalam situasi yang berbeda dari pembelajaran rutin, sekaligus memperoleh pengalaman dalam mengomunikasikan pengetahuan keislaman secara terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prestasi ini juga relevan dengan tantangan pendidikan Islam kontemporer yang membutuhkan generasi muda dengan kemampuan memahami sumber-sumber keilmuan sekaligus menjelaskan gagasan keagamaan secara terbuka, kontekstual, dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pendidikan Ma\u2019had sebagai Fondasi Pengembangan Intelektual dan Dakwah<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberhasilan Muhammad Dava Hanafi menjadi salah satu contoh kontribusi pendidikan Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa. Pendidikan berbasis ma\u2019had memiliki ruang strategis untuk mempertemukan pendalaman ilmu agama, pembiasaan bahasa, pembentukan karakter, dan penguatan keterampilan komunikasi melalui pengalaman belajar yang terintegrasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengasuh Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah Walisongo, Dr. Ahmad Maghfurin, M.Ag., menekankan bahwa pencapaian dalam kompetisi keagamaan perlu dipahami sebagai bagian dari proses pendidikan yang lebih luas, bukan semata-mata keberhasilan memperoleh penghargaan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPrestasi ini menunjukkan bahwa pendidikan di Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu keislaman, tetapi juga pada pengembangan kemampuan komunikasi, keberanian menyampaikan gagasan, dan kecakapan berdakwah. Melalui kompetisi khitobah, santri belajar mengintegrasikan penguasaan bahasa Arab, kedalaman pemahaman keagamaan, serta keterampilan berbicara di hadapan publik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan pengalaman kompetitif sebagai bagian dari penguatan tradisi akademik dan pengembangan kompetensi santri secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cCapaian ini menjadi pengingat bahwa tradisi keilmuan pesantren perlu terus dikembangkan menjadi kompetensi nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks pendidikan tinggi Islam, penguatan keterampilan Khitobah memiliki dimensi yang penting. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan agama, tetapi juga mampu mengolah pengetahuan tersebut menjadi pesan yang jelas, argumentatif, dan dapat dipahami oleh masyarakat yang memiliki latar belakang beragam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuan demikian berkaitan dengan pengembangan literasi keagamaan dan komunikasi publik. Melalui latihan berbicara, mahasiswa belajar memilih informasi yang relevan, menyusun gagasan secara logis, serta menyampaikan nilai-nilai keislaman dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik pendengar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari Prestasi Kompetisi Menuju Penguatan Tradisi Keilmuan<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perolehan Juara II Khitobah oleh Muhammad Dava Hanafi memberikan gambaran bahwa penguatan kompetensi bahasa Arab membutuhkan kesinambungan antara pembelajaran, praktik, dan evaluasi kemampuan. Kompetisi menjadi salah satu sarana untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dalam pendidikan dengan tuntutan komunikasi dalam situasi nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengalaman tersebut juga memberikan pelajaran bahwa keberanian berbicara di hadapan publik tidak dapat dipisahkan dari kedalaman pemahaman materi. Pidato yang efektif membutuhkan kemampuan menghubungkan gagasan, menggunakan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta menghadirkan pesan yang memiliki relevansi bagi pendengar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah UIN Walisongo Semarang, pencapaian ini dapat menjadi pijakan dalam memperkuat pembinaan bahasa Arab melalui kegiatan diskusi, praktik Khitobah, pengkajian literatur keislaman, dan partisipasi mahasiswa dalam forum akademik maupun kompetisi kebahasaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih jauh, penguatan kemampuan tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan dakwah di tengah perkembangan masyarakat digital. Kemampuan menyampaikan pesan keagamaan secara jelas, kritis, dan komunikatif menjadi semakin penting ketika informasi menyebar melalui berbagai platform dan menjangkau audiens dengan tingkat pemahaman yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberhasilan Muhammad Dava Hanafi mengingatkan bahwa prestasi mahasiswa tidak hanya diukur melalui pencapaian akademik di ruang kelas, tetapi juga melalui kemampuan menerapkan pengetahuan dalam berbagai ruang pembelajaran dan kompetisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari panggung Khitobah Milad Nafilah ke-35, Muhammad Dava Hanafi menghadirkan pesan penting bahwa bahasa Arab bukan sekadar mata pelajaran atau perangkat memahami literatur keislaman, melainkan jembatan untuk membangun kecakapan intelektual, memperkuat tradisi keilmuan, dan mengembangkan dakwah yang komunikatif. Prestasi ini menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan pesantren tercermin bukan hanya dari pengetahuan yang dimiliki santrinya, tetapi juga dari kemampuan mereka mengubah pengetahuan tersebut menjadi gagasan yang bermakna bagi masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG \u2013 Muhammad Dava Hanafi, mahasiswa sekaligus santri Ma\u2019had Al-Jami\u2019ah UIN Walisongo Semarang, berhasil meraih Juara II cabang Khitobah dalam ajang Gelar Karya Milad Nafilah ke-35 yang diselenggarakan pada Oktober 2026. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Arab tidak hanya berkaitan dengan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1866,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-1864","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1864","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1864"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1867,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1864\/revisions\/1867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mahad.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}