Pada akhir abad ke-19, tidak semua masyarakat Jawa memiliki kesempatan mempelajari bahasa Arab secara mendalam. Banyak orang mampu membaca ayat Al-Qur’an, tetapi belum sepenuhnya memahami makna yang terkandung di dalamnya. Di tengah keterbatasan tersebut, Kiai Sholeh Darat hadir dengan langkah penting: menjelaskan…

read more